Sunday , 16 June 2019
Home / Kebetulan Jalan-jalan / Mencari Muara Beting, Pantai di Bekasi

Mencari Muara Beting, Pantai di Bekasi

Gara-gara keluyuran ke Tanjung Priuk dan Sunda Kelapa minggu lalu, timbul pertanyaan dalam benak saya, apakah Bekasi yang juga terletak di jalur pantura memiliki pantai? Setelah googling, holaaaa.. ternyata memang ada! Namanya pantai Muara Beting, letaknya di desa Pantai Bahagia, kecamatan Muara Gembong, Bekasi.

Menurut DetikTravel  -yang mengutip dari situs Pemda setempat-, potensi pantai Muara Beting belum banyak dikembangkan, namun toilet, tempat ganti pakaian dan warung seafood telah ada. Di sini juga terdapat hutan bakau yang menjadi habitat lutung hitam. Pada bulan-bulan tertentu, banyak burung bermigrasi dari Laut Cina Selatan ke pantai ini.

Seorang blogger menulis, ada 3 pantai di kecamatan Muara Gembong, dimana Muara Beting merupakan pantai yang dapat diakses oleh kendaraan roda empat. Pantai lainnya hanya bisa dilalui oleh motor. Siip dah! Saya dan doski memutuskan ke sana akhir pekan ini.

Jadi Dimana Muara Beting? 

Mencari pantai Muara Beting atau desa Pantai Bahagia sama seperti berhadapan dengan birokrasi, dipingpong sana sini hehehe…. ‘Tadi katanya lewat sini, sudah sampai sini eh malah diminta lewat sana’. Saya hitung-hitung, mulai dari Bekasi Kota hingga Muara Gembong (kecamatan dimana pantai ini berada), sudah ada 15 orang yang saya tanya dan tidak ada satu pun dari orang-orang ini yang pernah mendengar nama Muara Beting atau desa Pantai Bahagia!

“Muara Beting?? Saya baru denger” 

“Di depan sana ada pantai, tapi saya nggak tahu itu Muara Beting atau bukan” 

“Wah, saya malah baru tahu kalau ada yang namanya Muara Beting” 

Haishh.

Kami bertanya-tanya mengapa gaung Muara Beting tidak terdengar bahkan oleh orang-orang yang tinggal di kecamatan yang sama dengannya? Kalau misalnya memang benar di pantai ini telah dibangun toilet dan warung seafood, minimal warga setempat ngeh dengan keberadaannya karena tempat ini merupakan tempat wisata. Benarkah keterangan DetikTravel yang katanya mengutip dari situs Pemda Jabar itu??

Menuju Muara Beting

Kami memulai perjalanan dari Mal Metropolitan, Bekasi Barat pada pukul 8 pagi. Hanya dengan mengandalkan peta seadanya yang diunduh dari Street Directory, kami bergerak menuju utara, melewati kawasan Sumarecon, melintasi jalan Perjuangan, jalan raya Babelan hingga desa Muara Bakti. Sampai sini Anda berada di jalur yang benar.

Kebingungan mulai muncul setelah kami tiba di ujung Muara Bakti, yang sudah masuk ke dalam wilayah kecamatan Muara Gembong itu. Mau kemana lagi ini? Sejumlah orang di Muara Gembong yang kami tanya bahkan mengaku belum pernah mendengar nama pantai Muara Beting dan desa Pantai Bahagia.

Berdasarkan pengamatan terhadap daerah sekitar, ada dua opsi yang bisa dipilih ketika Anda sudah tiba di daerah Muara Bakti. 

Opsi pertama, Anda bisa menuju tugu perbatasan desa Pantai Hurip, lalu beloklah ke kiri. Anda akan menemukan akses menuju pantai yang hanya bisa dilalui sepeda motor. Pantai ini saya tidak tahu namanya, yang jelas menurut warga sekitar bukan bernama Muara Beting dan bukan merupakan daerah wisata. Seorang warga menyarankan agar kami tidak ke situ dan mencari pantai lain saja yang lebih bisa dilihat. Berdasarkan informasi yang sudah saya baca di internet, saya menebak, jangan-jangan ini lokasi hutan mangrove dimana seekor Paus pernah terdampar di perairan ini.

Opsi kedua, dari  pasar Muara Bakti, Anda bisa menuju kantor kelurahan Sukaringin dan ikuti arah papan penunjuk letak sumur Pertamina. Anda akan menemukan desa Jaya Bakti. Jika memilih untuk melewati desa ini, setelah satu jam perjalanan, Anda juga akan menemukan pantai, entah apa namanya, yang (lagi-lagi) menurut warga sekitar bukan pantai Muara Beting. Akses menuju pantai ini hanya bisa dilalui melalui eretan atau perahu. Menurut warga sekitar, jalannya masih berbatu dan sulit dilalui kendaraan roda empat. Melihat kami menaiki city car, mereka menyarankan untuk memutar, mengambil jalan yang lebih jauh namun bisa dilalui mobil dengan cara melewati desa Batu Jaya yang sudah masuk ke dalam wilayah Karawang untuk mencapai pantai. Ketika saya lihat di peta, jarak dari Batu Jaya ke desa Pantai Bahagia yang terletak di ujuuuuuung ‘daratan’ Bekasi memang agak jauh. Dalam kondisi fit, kami sih mau saja menjalani. Cuma, setelah 4 jam berkendara (apalagi kalau inget doski yang nyetir), tulang rasanya mau rontok saking pegelnya dan perut keroncongan minta diisi… duuuh! Doski sempat nekat ingin melanjutkan perjalanan, namun setelah 2 kali dihadang kampanye pilkades yang memacetkan pasar Batu Jaya, ia berpikir mungkin Tuhan belum menakdirkan kami mengunjungi Muara Beting. Kami pun putar balik menuju Jakarta melalui Cikarang.

Tips

Anda mau ke Muara Beting? Berikut tipsnya:

1. Akses kendaraan umum selepas Babelan, jarang ditemukan. Saya tidak menjumpai adanya angkutan desa, terutama setelah masuk kecamatan Muara Gembong. Sempat melihat 3-4 colt terparkir di pinggir jalan di daerah Muara Bakti. Saya tidak tahu apakah itu untuk angkutan umum atau bukan sebab tidak ada nama trayek yang terpampang di kaca depan-belakang. Jadi, kalau memang mau ke sini, bawa atau sewalah kendaraan sendiri. Bisa motor atau mobil.

2. Jalan raya bisa dilalui oleh dua mobil, namun tidak terlalu lebar. Jarang ada ruang terbuka yang luas untuk putar balik. Kami harus mencari halaman sekolah atau kelurahan untuk melakukan hal ini. Kecepatan mobil hanya bisa 40 km/jam karena banyak motor lalu lalang di jalanan yang tidak begitu lebar ini.

3.Selepas Babelan, mobil sudah mulai jarang terlihat, sebaliknya, motor berseliweran. Berhati-hatilah dalam mengemudi.

4. Isi bensin dengan penuh. Setelah Babelan, jarang ditemkan pompa bensin.

5. Bawa bekal makanan dan minuman yang cukup. Mulai dari Babelan, jarang ada tempat makan yang representatif baik dari segi kenyamanan tempat maupun parkir. 

Epilog 

Kami memang akhirnya tidak berhasil mencapai pantai Muara Beting hari ini karena terlanjur kelelahan meraba-raba jalan sebelumnya. Meski demikian, perjalanan kali ini menelurkan satu pertanyaan : Bekasi punya Dinas Pariwisata nggak sih? 

 

*Tulisan lawas yang pernah saya publikasikan di Kompasiana, 2013.

@Melok Roro Kinanthi

Check Also

Nyobain Check In 2,5 Jam Saja di Ibis Budget Airport Makassar (#SelayarTrip)

Yess, benar. Singkat. Hanya dua setengah jam saja kami check in di hotel ini, Sodara-Sodara! ...

10 comments

  1. Membaca tulisan. Ternyata ditulis tahun 2013. Wajar sekali sulit mencapai pantai Muara Beting. Karena pada saat itu jalan rusak parah. Sekarang jalan sudah jos, mulus. Sudah di cor.
    Silakan buktikan!!!.
    Agar lebih mudah ke Pantai Muara Beting. Sebaiknya melalui route Cikarang – Sukatani – Cabang Bungin – Muara Gembong – Pantai Muara Beting.
    Tentu saja, Kabupaten Bekasi memiliki Dinas Pariwisata.

  2. Angkutan umum dr st bekasi ke pantai. Angkutan mana aja. Klo ada yg tau bisa share2 lah

    • Halo Pai, sayangnya (sepertinya) nggak ada angkutan umum yang menuju ke pantai. Mungkin angkot hanya sampe jalan raya babelan, setelah itu tidak ada lagi.

      Lebih baik, membawa kendaraan sendiri (motor/mobil), atau sewa/carter kendaraan jika perginya beramai-ramai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *