Sunday , 18 November 2018
Home / Kebetulan Jalan-jalan / Naik Pesawat Kecil, Mendarat di Bandara Kecil (#SelayarTrip)

Naik Pesawat Kecil, Mendarat di Bandara Kecil (#SelayarTrip)

Salah satu hal yang paling saya nantikan dari perjalanan ke Pulau Selayar adalah merasakan naik pesawat kecil. Saya belum pernah menjelajah pulau-pulau di Indonesia dengan pesawat kecil atau tipe perintis sekalipun. Jadi, ini adalah pengalaman pertama! Saya membaca di sebuah blog, pesawat yang akan membawa kami menuju Pulau Selayar dari Makassar ini adalah pesawat dengan jenis seat 2-2, berbeda dari pesawat komersial pada umumnya yang ber-seat 3-3.

Oya, kami memilih pesawat sebagai moda transportasi dari Makassar menuju Pulau Selayar dengan pertimbangan efisiensi waktu. Dengan jalur udara, kami hanya membutuhkan waktu sekitar 40 menit saja untuk tiba di pulau di kaki Sulawesi Selatan tersebut. Sementara itu, kalau melalui jalur darat plus laut waktu tempuh Makassar – Selayar adalah sekitar 8 jam.

Satu-satunya maskapai yang melayani rute udara Makassar – Selayar pulang pergi adalah Wings Air. Penerbangan ini berlangsung setiap hari, dengan frekuensi satu kali per hari. Dari Makassar, pesawat akan berangkat ke Selayar pukul 08.55 WITA dan tiba pukul 09.35 WITA. Kemudian, pesawat akan kembali ke Makassar pada pukul 09.55 WITA.

Makassar masih diguyur hujan rintik-rintik saat panggilan boarding untuk menaiki pesawat IW1361 yang akan membawa kami ke Selayar terdengar.

Saya mengamati para penumpang yang akan menjadi teman seperjalanan kami selama 40 menit ke depan. Beberapa orang bule yang ditenggarai akan diving ikut dalam rombongan kami.Terdapat pula sejumlah orang, yang kami duga warga lokal Selayar yang pulang kembali ke kampung halaman setelah bepergian, membawa oleh-oleh dalam kantong plastik bening besar : sekian bungkus Rotiboy dan sekian bungkus KFC. Belakangan kami tahu, di Selayar tak ada franchise makanan apapun (bahkan jaringan minimarket tak ada!). Jadi, Rotiboy dan KFC pastilah menjadi oleh-oleh yang menarik!

Saat menaiki pesawat, saya melihat tangga pesawat begitu kecil dengan anak tangga yang tak begitu banyak (sayangnya, nggak terpikir untuk menghitung hehe…). Semua penumpang dipersilakan naik dari pintu belakang. Sementara, pintu depan diperuntukkan bagi mobilisasi bagasi.

Tangga dan lorong pesawat yang begitu kecil membuat kami semua berdesakan. Tempat penyimpanan barang (kompartemen) di kabin juga sedemikian kecil, sehingga banyak penumpang memilih untuk memangku atau menyimpan bawaannya di kursi, termasuk saya dan doski. Pemandangan ini mengingatkan saya pada kondisi bis antar kota antar propinsi di Jawa.

Saya pernah membaca di sebuah blog bahwa pesawat Wings Air yang kami tumpangi ini merupakan jenis pesawat kecil yang terbang dengan ketinggian rendah sehingga kita dapat melihat pulau dengan jelas dari kejauhan. Sayang, pemandangan itu tak bisa saya saksikan karena saya terlelap, bahkan sebelum pesawat tinggal landas. Mungkin karena semalam saya hanya sempat tidur selama dua jam saja.

Kami mendarat dengan lancar di bandara H. Aroeppala, Pulau Selayar, setelah menempuh perjalanan sekitar 40 menit. Turun dari pesawat, kami disambut oleh belasan orang yang berdiri dekat pagar yang membatasi area landasan, seolah-olah menonton para penumpang yang baru tiba. Rupanya mereka adalah kerabat penumpang yang bermaksud menjemput.

Bandara H. Aroeppala ini kecil saja, dengan ruang kedatangan dan ruang keberangkatan mirip aula kelurahan.Tidak ada conveyor belt tempat menurunkan atau mengambil bagasi dari pesawat, seperti lazimnya di bandara besar.

Di pojok ruang kedatangan terlihat konter dinas pariwisata. Kami menghampirinya, berharap dapat menemukan peta Pulau Selayar di sana. Konter itu sederhana saja. Hanya terdiri dari etalase kaca, dalam keadaan tidak terkunci. Tidak ada petugas yang menjaga. Di etalase itu terdapat sejumlah brosur pariwisata Selayar. Sayangnya, tidak ada peta.

Rupanya, konter tanpa penjaga ini merupakan hal yang umum di bandara ini. Saat akan kembali ke Makassar, di ruang keberangkatan bandara H. Aroeppala, kami juga mendapati konter UKM yang menjual oleh-oleh khas Selayar tanpa penjaga. Niat untuk membeli, batal seketika.

Meski hanya bandara kecil dengan jadwal penerbangan satu kali dalam sehari (relatif santai), petugas Aviation Security dan Kementrian Perhubungan tetap sigap memeriksa penumpang. Saat akan kembali ke Makassar dari Selayar, ransel bawaan doski tak lolos pemeriksaan scanning petugas.

Kami sudah deg-degan, sama-sama menduga bubuk kopi yang kami bawa dari Jakarta untuk seorang teman di Makassar sebagai penyebab tak lolos sensor ini. Ya sudahlah pasrah saja. Kalau kopinya ditahan, mungkin bukan rejeki mas Farid hahaha ….Eitsss, tapi ternyata bukan, sodara-sodara! Bukan bubuk kopi yang menjadi masalah, tapi tongsis dari besi yang kami letakkan di dalam ransel! Petugas meminta kami mengeluarkan tongsis itu dan meletakkannya di dalam bagasi (tidak dibawa ke kabin). Ini adalah tongsis pertama yang kami beli. Sengaja dibeli khusus untuk mendokumentasikan perjalanan ke Pulau Selayar hehe ..

Bandara H. Aroeppala terletak di pesisir Pulau Selayar. Barisan pohon kelapa menjadi pemandangan khas yang mengelilingi bandara ini. Jarak dari bandara ke kota Benteng, ibukota Kabupaten Kepulauan Selayar, hanya sekitar 20 menit berkendara melintasi jalan Poros Bandara Aroeppala yang mulus dan sepi. Saking sepinya, nggak ada mobil lain yang lewat selain mobil kami. Perjalanan kami dari dan menuju bandara hanya dikawani oleh sapi dan anjing yang dibiarkan berkeliaran bebas di jalan hehe ..

Bangunan bandara ini sangat bersahaja : dari jauh mirip kantor kelurahan atau balai desa, lengkap dengan pemandangan warga yang tengah berkumpul, seolah-olah terlihat seperti menanti pengumuman dari Pak Kades atau Pak Lurah. Eniwei, kami melihat di sebelah gedung utama tampaknya tengah dilakukan penambahan/perluasan bandara. Dengar-dengar, Garuda Indonesia akan membuka rute penerbangan ke Pulau Selayar!

Menutup tulisan ini, hmm… saya ingin mengekspresikan rasa penasaran saya terhadap singkatan huruf “H” pada nama bandara ini : “H. Aroeppala”.

Mungkinkah huruf “H” itu singkatan dari “Haji”?.

Sayangnya, saya lupa bertanya pada orang-orang di sana hahaha …..

 

Tanah Kusir, Minggu Sore, 25-02-2018,

@Melok Roro Kinanthi.

Check Also

Nyobain Check In 2,5 Jam Saja di Ibis Budget Airport Makassar (#SelayarTrip)

Yess, benar. Singkat. Hanya dua setengah jam saja kami check in di hotel ini, Sodara-Sodara! ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *