Sunday , 18 November 2018
Home / Kebetulan Jalan-jalan / Serunya Interaksi dengan Hewan di BFC Mini Farm!

Serunya Interaksi dengan Hewan di BFC Mini Farm!

Buat saya, BFC Mini Farm merupakan suatu ketidak sengajaan yang menyenangkan.

Keputusan untuk berkunjung ke tempat ini baru diambil malam menjelang hari- H keberangkatan, setelah secara random (dan setengah panik) googling nyari tempat representatif buat bocah.

Ceritanya begini.

Awalnya saya pengin ngajak bocah-bocah keliling Jakarta naik city tour bus, lihat Monas, makan es krim Ragusa di jalan Veteran, dan berakhir di perpustakaan anak Cikini.

Saya sudah merencanakan waktunya: Senin, 21 Agustus 2017. Yepp, saya akan ambil cuti di tanggal tersebut.

Berhubung saat ini cuti termasuk salah satu jenis ketidak pastian dalam hidup, rencana jalan-jalan ini hanya saya komunikasikan kepada seorang adik saya (salah satu ibu dari the boys). 

Kakek, nenek, dan adik saya yang satunya lagi sengaja belum saya beritahu mengingat ..errr…. saya sendiri sebetulnya nggak yakin apakah pada Hari H bisa beneran cuti atau nggak.

Malam menjelang hari H saya baru menelpon kakek si the boys. Bukan hanya memberitahu, tapi sekalian tanya apakah bisa nemenin atau tidak.

Si kakek agak males-malesan jawabnya. Mungkin kadung capek mgebayangin muter-muter naik city tour bus. Atau kaget kenapa saya baru ngasih tau mendadak hehe..

Kakek malah minta saya bicara dengan nenek.

Saya juga pesimis nenek bersedia menemani. Pertama, mungkin karena mendadak. Kedua, ada kemungkinan nenek minta kegiatan ini dibatalkan karena salah satu dari the boys akan imunisasi di kantor mamanya lusa, khawatir capek.

Waduh. Gawat.

Kalau hanya saya dan adik, rempong juga jalan-jalan dengan tiga bocah batita yang aktif ini. Mesti ada satu orang dewasa lagi yang menemani… atau alternatif lain… hmm cari obyek wisata yang lebih dekat dan simpel kali ya.

Saya lalu mengganti haluan.

Dengan hanya dua orang dewasa yang menjaga tiga bocah piyik, saya memutuskan untuk mencari tempat yang lebih dekat dari rumah, dengan kondisi sedemikian rupa yang memudahkan kami mengawasi anak-anak.

Setelah mencari sana sini melalui internet, akhirnyaa… holaaaa…. BFC Mini Farm di Bintaro, saya anggap pilihan terbaik.

***

Berangkat ke BFC Mini Farm!

Senin pagi di hari H, saya berangkat dari rumah jam 8.30 untuk menjemput the boys di Tangerang.

The boys tinggal di satu komplek perumahan yang sama, meskipun rumahnya berbeda.

Setiap pagi Nabil dititipkan ke rumah kakek-nenek, sementara orang tuanya bekerja. Sementara Reno (3 tahun) dan Renan (1 tahun) tinggal bersama orang tuanya, tak jauh juga dari rumah kakek – nenek.

Saya tiba di rumah kakek-nenek jam sembilan pagi. Nabil baru saja tidur usai disuapi.

Singkatnya, kami akhirnya berangkat jam 10.30 setelah Nabil bangun. Reno dan Renan malah sudah siap duluan dari jam 9.

Waktu keberangkatan ini terlalu siang menurut saya. Tapi yahh mau gimana lagi. Namanya juga bocah, nggak bisa diprediksi.

Kejutannya adalah … kakek – nenek bersedia ikut! Tadinya nenek hanya meminta kakek untuk mengantar kami pakai mobil, tapi belakangan, nenek sendiri malah pengin ikut.

Saya, yang sempat memperkirakan bahwa kami akan naik mobil online, tentu saja senang dengan perkembangan terbaru ini.

Walhasil, rombongan ke BFC Mini Farm kali itu adalah saya, adik saya (ibunya Reno-Renan), kakek, nenek, dan the boys (Nabil, Reno, Renan).

***

Di Luar Ekspektasi

Awalnya, saya skeptis BFC Mini Farm dapat memberikan keseruan pada anak-anak.

Hmmm… jangan-jangan hanya “kebun binatang” dengan hewan seadanya, kandang banyak yang kosong, dan cuma diajak observasi singkat begitu aja.

Walaupun sudah membaca ulasannya di blog orang, tapi tetap tidak menghilangkan skeptis-isme saya.

Wah, gimana kalau ternyata lebih seru naik city tour bus?!

“Kamu sudah pernah ke sini? Sudah tau alamatnya? Kalau ternyata tutup bagaimana? Nggak telepon sebelumnya?”

Pertanyaan kakek malah bikin saya deg-degan! Kenapa saya malah nekat datang go show tanpa reservasi dulu?

Di tengah perjalanan, harap-harap cemas saya menelpon ke sana, dan Alhamdulillah…. ternyata buka!

Dengan bermodal GPS dan petunjuk dari staf BFC Mini Farm, akhirnya kami tiba juga di sana.

Lokasi BFC Mini Farm membaur dengan pemukiman penduduk di wilayah Tegal Rotan, Bintaro. Patokannya adalah Gedung Data On di dekat mal Bintaro Exchange. Di sebelah gedung tersebut ada jalan Baitis Salamah, yang merupakan jalan utama menuju ke lokasi. Jangan khawatir, sepanjang jalan terdapat papan petunjuknya juga kok!

Kontras dengan jalan lingkungan dan halaman rumah penduduk yang sempit, BFC Mini Farm memiliki pekarangan yang luas. Mobil bisa parkir di dalamnya.

Begitu tiba, saya langsung mencari loket pembelian karcis. Sepanjang mata memandang … lho kok nggak ada? Sebagai gantinya, seorang perempuan ber- tas pinggang menghampiri saya dan menawarkan tiket.

Saya malah berpikir, ini legal atau calo? Wkwkw ..  (*ternyata memang resmi, sodara2!).

Kami semua diharuskan membeli tiket, kecuali Renan yang baru berumur satu tahun. Tiket per orang dikenakan biaya 75 ribu rupiah.

Nenek sempat mengatakan ke petugas kalau dirinya tak perlu diberi tiket karena hanya akan menunggu di kursi dan tak ikut beraktivitas, tapi petugas tetap mengharuskan nenek untuk membeli tiket.

Setelah urusan tiket selesai, mulailah petualangan kami di sini.

Mbak-mbak petugas tiket tadi ikut mendampingi kami. Mungkin karena sepi dan tidak ada pengunjung lain selain kami bertujuh.

Aktivitas pertama yang dilakukan anak-anak adalah memberi makan ikan! Nabil dan Reno antusias sekali.

Kami dihadapkan pada sebuah kolam ikan besar, semacam empang, dengan puluhan ikan di dalamnya. Di tepi kolam telah disediakan pakan ikan dalam gelas-gelas Aqua. Anak-anak bersemangat menaburi langsung ke kolam. Apalagi ketika melihat ikan-ikan yang berenang di bibir kolam langsung menyemut berebut makanan ketika pakan ditabur.

Saking asyiknya, Nabil malah nggak mau pergi saat diminta beranjak ke aktivitas berikutnya.

Selesai memberi makan ikan, anak-anak diajak menangkap kelinci.

Waahhh… ini dia yang paling seru!

Begitu masuk ke pekarangan luaaass tempat belasan kelinci berlompatan, anak-anak langsung excited. Nabil dan Reno berlarian ke sana kemari tak tentu arah sambil teriak-teriak kegirangan hahaha…!

Petugas lalu mengarahkan mereka untuk menangkap kelinci dan memasukkannya ke “kandang”. Reno melakukannya dengan baik. Dia berani memegang kelinci (walau kemudian dilempar begitu aja ke bawah .. hiks). Bajunya sampai penuh dengan bulu-bulu kelinci. Sementara Nabil hanya ikutan lari sambil melihat, nggak berani pegang hehe..

Wah, ternyata seru juga! Anak-anak jadi banyak bergerak.

Melihat wajah-wajah antusias mereka di dua venue pertama ini, saya jadi tak menyesal mengganti city tour bus dengan jalan-jalan ke peternakan.

***

And The Show Goes On …

Acara berikutnya adalah… kasih makan kelinci!

Petugas membawa kami ke kandang kelinci. Ada sekitar tiga deret kandang memanjang, yang masing-masing deret berisi sekitar 20an kelinci (*maaf sodara2, saya nggak ngitung pasti).

Pintu-pintu kandang itu dibuka sedemikian rupa sehingga memudahkan kelinci untuk memakan makanan langsung dari tempat yang disorongkan bocah, tanpa membuat mereka kabur ke luar.

Petugas lalu mengeluarkan seekor kelinci dari kandang dan meminta anak-anak menggendongnya. Hanya Reno yang bersedia.

Kandang kelinci ini lumayan bau. Semacam bau pesing gitu lah. Saya lihat Nabil dua kali muntah kecil. Begitu saya akan membawanya menjauhi kandang, adik saya berkata, “Biarin aja selama anaknya masih mau di sana. Kalau muntah lagi atau sudah nggak kuat, baru kita ajak pergi”.

Ternyata Nabil kuat dan tidak muntah lagi.

Kelar memberi makan kelinci, petugas acara berikutnya adalah berkunjung memandikan kura-kura besar.

Kandang kura-kura ini berseberangan dengan kandang kelinci. Tempatnya berupa kolam-kolam kecil dengan aneka kura-kura berada di dalamnya.

Petugas lalu mengeluarkan seekor kura-kura Papua berusia 80 tahun dengan bobot sekitar 50 kilogram untuk dimandikan.

Anak-anak lalu diminta memilih sikat gigi warna-warni yang akan digunakan untuk menyikat kura-kura. Petugas meminta anak-anak berada di belakang kura-kura (tidak menghadap wajah) selama memandikan atau berinteraksi dengannya demi keamanan.

Selesai memandikan kura-kura, acara berikutnya adalah melihat hamster dan landak mini.

Oya, anak-anak juga diajak memandikan landak mini dan menggendongnya. Petugas mengatakan hamster dan landak mini ini dijual dengan harga 300 – 400 ribu per ekor.

Kemudian, tibalah kami pada acara puncak kegiatan ini …. tangkap ikan dan lobster mini di kolam.

Yess… anak-anak benar-benar nyebur ke kolam yang berisi air setinggi setengah betis anak usia tiga tahun.

Byuurrr… meski celana sudah digulung, tetap saja aktivitas menangkap ikan dengan jaring kecil ini membuat baju basah kuyup. Untung membawa pakaian ganti.

Secara keseluruhan, tempat ini saya rekomendasikan banget untuk wisata edukasi anak. Di sini, anak diajak dan dibimbing untuk berinteraksi secara aktif dengan hewan. Nggak sekedar melihat-lihat atau mengelus cantik.

Info Penting:

– BFC Mini Farm buka setiap hari jam 8  hingga 17 WIB.

– Waktu berkunjung terbaik adalah hari kerja karena sepiiii… serasa punya peternakan pribadi hehe..

– Mereka tetap melayani setiap tamu yang datang, walaupun hanya sedikit.

– Bawa baju ganti. Setelah bermain tangkap kelinci, baju anak cenderung rentan terkena bulu-bulu. Main tangkap ikan juga bisa bikin baju basah kuyup

– Bawa bekal makanan. Di sini tak ada yang jual makanan.

Tanah Kusir, Sabtu malam, 1 September 2017,

@Melok Roro Kinanthi.

Check Also

Nyobain Check In 2,5 Jam Saja di Ibis Budget Airport Makassar (#SelayarTrip)

Yess, benar. Singkat. Hanya dua setengah jam saja kami check in di hotel ini, Sodara-Sodara! ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *